Hai Sahabat, pada artikel ini saya akan menceritakan kisah tentang kesabaran seorang ayah terhadap anak nya, dan kisah ini penuh degan hikma dan pelajaran berharga bagi seorang anak kepada anak nya dan aku pun ikut merasakan apa yang dialami dalam kisah ini dan sadar akan kesalahan yang tanpa sengaja kita buat ke ayah kita. yuk sobat baca artikel nya di bawah ini dan petik hikmanya.
![]() |
| Kisah penuh hikma antara ayah, anak dan burung gagak |
Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggiduduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah kaku menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
"Nak, apakah benda itu?"
"Burung gagak", jawab si anak .
Si ayak mengangguk ngangguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Sia anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat,
"itu burung gagak, Ayah!"
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang , lalu menjawab dengan lebih kuat,
"BURUNG GAGAK!!"Si ayah terdiam seketika .
Namun tidak lama kemudian sekalu lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah,
" Itu gagak, Ayah"Tetapi agak mengerjutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut dan hanya untuk bertanya satu hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.
"Ayah!!!saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal terssebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. apa lagi yang ayah mau saya katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan .
"Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diary ini,"pinta si Ayah.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut .
"Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya,
"Ayah, apa itu?"
Dan aku menjawab,
"Burung gagak"
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawaab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
"Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak" Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan dengan perlahan bersuara,
"Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah."
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yang telah ia perbuat
Hikma dari Kisah diatas :" Jagalah hati dan perasaan kedia orang tuamu, dan hormatilah mereka. dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyanyangimu di waktu kecil. Kita sudah banyak memperlajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti kepada orang tua . Tapi berapa banyak yang sudah di mengerti oleh kita apalagi diamalkan???.....
Ingat Riho nya Allah ada pada Ridho Orang tua kita , dan Sesungguhnya orang sabar selalu di Sayang Allah.
Terima kasih telah membaca artikel ini semoga anda mendapat hikma dari kisah diatas.


0 Komentar